BYD Mempertimbangkan Produksi Baterai & EV di Brazil

BYD Mempertimbangkan Produksi Baterai & EV di Brazil

Berita kendaraan listrik kali ini hadir dari BYD, dimana mereka akan memproduksi kendaraan listrik dan mengolah bahan baku baterai di Brasil.

BYD merupakan pabrikan kendaraan listrik yang berasal dari China. Perusahaan telah menandatangani letter of intent dengan pemerintah negara bagian Bahia untuk membangun tiga jalur produksi, tepatnya di kota Camaçari.

Kabar tersebut telah dikonfirmasi oleh BYD kepada portal Automotive Business. Dari laporan tersebut, detail akhir masih perlu diklarifikasi, namun menurut informasinya, pembangunan pabrik BYD di Camaçari akan dimulai pada Juni 2023 dengan dua jalur perakitan untuk persiapan bahan baku dan produksi sasis bus dan truk listrik yang akan mulai beroperasi pada Oktober 2024, disusul lini ketiga untuk mobil listrik dan hibrida plug-in pada Januari 2025.

Lokasi yang akan digunakan adalah bekas industri Ford di kota tersebut, yang ditutup pada tahun 2021 lalu. Menurut pemerintah Bahia, pabrikan China tersebut bersedia menginvestasikan tiga miliar real (sekitar 9,2 triliun rupiah) untuk fasilitas tersebut dan menciptakan 1.200 pekerjaan langsung.

Tapi kesepakatan itu belum ada di kantong, BYD masih harus menyesuaikan beberapa poin dalam letter of intent, kemudian setelah itu mereka akan membuat pernyataan secara resmi.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, pabrik pengolahan bahan baku akan memproduksi lithium dan besi fosfat dari sumber Brasil untuk digunakan dalam baterai BYD. Namun, rencananya akan diekspor ke China.

Hal tersebut dikatakan telah disepakati secara tertulis antara pihak-pihak yang mengadakan kontrak. Dengan kata lain, BYD rupanya ingin mempertahankan produksi sel dan baterai di China. Hanya pernyataan resmi yang akan menunjukkan apakah perusahaan benar-benar menjalankan strategi ini.

Pihak pemerintah Bahia mengakomodasi BYD dengan insentif pajak, yang siap dijanjikan oleh negara hingga tahun 2032. Sebagai imbalannya, BYD berjanji untuk membawa lapangan kerja ke wilayah tersebut dan juga merencanakan studi kelayakan untuk mengimpor kendaraan melalui wilayah terdekat pelabuhan Salvador.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *